pagar-rumah-minimalis

Pagar Rumah sebagai Ornamen Estetika

Jika Anda sering jalan-jalan di kompleks perumahan, tentu banyak sekali pagar rumah yang bentuknya variatif sesuai dengan keinginan masing-masing pemiliknya. Ada yang minimalis dengan cukup memasang baja biasa, ada yang mengutamakan keamanan dengan memasang ‘ranjau-ranjau’ seperti desain tajam ke atas dan tinggi menjulang, ada pula yang pagarnya tinggi dan cenderung tidak dapat dilihat dari luar. Semua tergantung pada karakter pemilik rumah. Berbeda dengan di kampung atau desa, pagar rumah biasanya dibuat dari bambu sederhana dengan tinggi yang tidak sampai selutut orang dewasa.

Untuk membuat pagar rumah yang memiliki nilai estetika, tentu yang pertama kali harus dipikirkan adalah tujuan membuat pagar itu sendiri. Pada intinya pagar dibuat untuk alasan keamanan dan kenyamanan penghuni rumah. Namun apabila Anda tinggal di kompleks perumahan yang memiliki sistem keamanan tinggi dilengkapi dengan barisan sekuriti yang siaga di berbagai sudut, ditambah dengan pemasangan CCTV yang bertebaran di beberapa titik area, rasanya kurang elok juga apabila membangun pagar setinggi 2 meter dengan desain yang ‘menakutkan’.

Setelah Anda menentukan desainnya, barulah memutuskan apa bahan dasar yang akan digunakan. Misalnya besi. Sifat material ini sangat kokoh dan kuat serta awet. Besi bisa dibentuk dengan beragam desain sesuai dengan konsep yang dimiliki oleh pemilik rumah. Kekurangan besi adalah harganya yang relatif mahal, apalagi kalau ukurannya tebal. Waktu pengerjaan pagar yang berbahan dasar besi bergantung pada ketebalan material itu sendiri. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan besi, hiasi pagar Anda dengan cat besi. Jangan biarkan pagar tersebut tampil ‘apa adanya’ yang mengurangi nilai keindahan dari rumah secara keseluruhan.

Bahan lainnya adalah beton yang sifatnya kuat dan solid. Bentuknya yang flat mengesankan kekakuan. Meski demikian, beton sama dengan besi, bersifat awet dan tahan lama. Harganya pun juga relatif mahal serta membutuhkan waktu yang tidak sedikit dalam pengerjaannya. Untuk mengeksposnya, beton harus difinishing dengan cat anti lumut dan waterproofing dengan cat transparan. Pagar rumah berdesain minimalis dan modern disarankan menggunakan bahan material beton.

Bata plesteran merupakan jenis material yang biasa dipakai untuk membuat pagar rumah. Meski tidak sekuat beton atau besi, kelebihan bahan ini terletak pada motif dan profilannya dan tidak hanya berbentuk flat. Cocok untuk pagar yang berdesain minimalis dan klasik. Disarankan untuk tidak diekspos dan difinishing dengan cat.

Pagar rumah yang terbuat dari batu alam juga disukai oleh mereka yang menyukai nuansa dan konsep natural. Bentuk dan pilihan warnanya sangat beragam sehingga pengguna bisa memiliki pilihan model yang variatif. Tips sederhana, pilihlah batu alam yang memiliki pori-pori kecil dengan warna yang tidak terlalu terang. Contohnya adalah andesit dan candi. Memiliki pagar yang terbuat dari bahan ini dibutuhkan perawatan berkala agar tidak berlumut. Sangat cocok untuk rumah dengan desain tradisional atau modern.

Kayu adalah bahan lain yang juga dipakai untuk membuat pagar rumah. Tampilannya yang elegan dan berkesan hangat cocok untuk rumah-rumah semi modern dan berkonsep natural. Kekurangan dari bahan ini adalah mudah lapuk dan dimakan rayap. Oleh karena itu, jangan gunakan kayu buatan seperti MDF, particle board atau multipleks karena mudah hancur saat terkena hujan. Disarankan menggunakan kayu besi atau kayu ulin yang harganya memang sedikit lebih mahal dibanding kayu-kayu biasa lain.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *